Sabtu, 21 Mei 2016

Pantai Sendiki, Malang



Berwisata ke pantai alami ini, wisatawan bisa berjalan menyusuri Pantai Sendiki. Wisatawan akan menjumpai pemandangan yang unik, sebagian berupa pemandangan pantai dan sebagiannya lagi berupa hutan. Oh ya buat kamu guys yang ingin berwisata kesini, kamu harus membawa bekal makanan sendiri. Karena situasi pantai masih sepi, sehingga masih jarang ditemukan penjual makanan dan minuman. Untuk bisa sampai ke lokasi pantai, kamu hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi roda 2 atau roda 4. Karena belum tersedia transportasi umum yang menuju lokasi pantai. Perjalanan memakan waktu 2 jam menggunakan mobil, dan 3 jam menggunakan mobil. Jarak tempuhnya sekitar 60 Km dari Kota Malang.




Kamu bisa mengikuti rute menuju Pantai Tamban, yaitu dari Kota Malang – Pakisaji – Kepanjen – Gondang Legi – Turen – Sumbermanjing Wetan – Desa Tambak Rejo – Pantai Tamaban. Sesampainya di Pantai Tamban, kamu harus menuruni jalan. Setelah itu berbelolah ke kanan, sampai menemui pertigaan. Dari pertigaan berbeloklah ke kiri, sekitar 50 meter kamu akan menemukan pos kamling sederhana yang terbuah dari bambu, setelah itu berbeloklah ke kanan. Kamu akan menemukan jalanan sempit yang hanya bisa dilalui sepeda motor, jadi buat kamu yang membawa mobil sebaiknya diparkirkan di rumah penduduk sekitar. Berhasil melewati jalanan sempit, kamu harus berjalan kaki menyusuri persawahan dan hutan sekitar 3 KM. Selanjutnya kamu akan menemukan pepohonan ketapang, yang artinya lokasi Pantai Sendiki sudah dekat. Sekitar 100 meter di pepohonan ketapang, kamu akan mendengar deburan ombak pantai eksotis ini. Nah sampailah kamu di pantai yang menakjubkan ini.

Di Pantai Sendiki kamu bisa melakukan kegiatan pantai, seperti bermain air pantai, bermain pasir, atau hanya sekedar menikmati pemandangan yang sungguh-sungguh menakjubkan. Bosan dengan pantai ini, kamu bisa mengunjungi pantai yang berada didekatnya, seperti Pantai Tamban, Pantai Sendang Biru, Pantai Gua Cina, dan Pantai Balekambang.

Pantai Klayar, Pacitan

Pantai Klayar Pacitan, disini kalian bisa menemukan pesona dan keunikannya pada hamparan pasir yang putih, adanya karang raksasa laksana Sphinx, air mancur alami hingga setinggi 10 meter, serta bebatuan karang dengan bentuk yang unik dan suguhan seruling samudera.

Pantai Klayar adalah salah satu pantai di Jawa Timur yang menawan.
Pesona panorama pantai Klayar yang menawan ini adalah tempat liburan recommed banget. Tapi sangat disayangkan karena ada sejumlah bagian jalan yang belum teraspal secara utuh serta beberapa bagiannya yang rusak.




Jalanan yang berkelok-kelok dan naik turun, menghahruskan kita untuk lebih berhati - hati. Tapi setiba di pantai, semua pengorbanan perjalanan yang ditempuh akan terbayar puas. Karea di pantai ini disuguhkan pemandangan pantai yang sangat indah dan yang mempunyai beberapa keunikan.
Pantai Klayar memiliki banyak tebing dan beberapa tebingnya  bolong akibat terjangan ombak, juga jejaran pohon kepala di kawasan pantai. 

Satu hal yang harus diingat adalah adanya larangan untuk tidak diperbolehkan berenang di pantai ini, karena  ombak yang tergolong besar serta banyaknya tebing.

Di pantai Klayar, ada hal yang unik, yakni seruling samudra. Seruling samudera ini adalah sebutan untuk fenomena di mana ada cekungan yang ada pada bagian bawah tebing atau batuan yang ada di pantai. Saat cekungan ini diterjang ombak laut, maka air laut keluar menyembur ke permukaan melalui sela-sela berbatuan dan menghasilkan bunyi yang indah seperti bunyi seruling.




Dan hal unik lainnya adalah kita bisa menjumpai patung yang menyerupai bentuk Sphinx seperti yang ada di Mesir. Keunikan ini terbentuk akibat banyaknya tebing-tebing tinggi di kawasan pantai Klayar yang jika dilihat dari kejauhan, menyuguhkan pemandangan seperti  patung Sphinx. Kita juga bisa menaiki tebing ini, tapi tetap denga kewaspadaan demi keselamatan diri sendiri karena tebing ini tergolong curam dan tinggi.




Tanjung Papuma, Jember

Pantai Papuma juga biasa disebut Tanjung Papuma, karena memang letaknya yang menjorok ke laut dan disebut sebagai tanjung. Kawasan Pantai Papuma ini memberikan nuansa wisata yang masih alami. Ekosistem pantai yang masih terjaga, dikelilingi barisan bukit, berpasir putih, dan satu yang unik dari Papuma ini adalah letak hutan lindung dengan pantai sangat dekat, jadi udara terasa sejuk sehingga sangat mendukung untuk kegiatan outdoor misalnya berkemah, outbound, bersantai, penelitian, dan lain-lain.



Letak Pantai Papuma ini berada di selatan Kota Jember. Sekitar 45km dari pusat kota. Biasa ditempuh sekitar 45-60 menit perjalanan menggunakan mobil. Sebelum memasuki kawasan pantai, Anda akan melewati wisata vihara papumahutan yang mayoritas ditanami pohon jati. Setelah melewati loket masuk dan membayar tiket (hari biasa Rp. 7.000,-/org; Rp. 15.000,- jika hari besar atau hari raya) Anda akan disuguhkan pemandangan pantai dari atas bukit dan hutan yang masih alami yang masih menyimpan berbagai macam flora dan fauna tropis. Jadi Anda akan lihat kera/lutung bergelantungan di pohon, berbagai macam burung, dan lainnya.
Kawasan Pantai Papuma ini tergolong lengkap. Mulai dari Vihara, tempat penginapan, warung berderet yang menjual ikan  hasil tangkapan nelayan, perahu para nelayan yang berbaris rapi di tepi pantai, wahana permainan keluarga, sarana toilet, dan lainnya. Di antara warung berderet tersebut, ada warung tempat langganan penulis, namanya Sri Wulan. Kuliner yang mantab, kakap bakar plus sambal ala pedesaan dan dimakan dengan nasi hangat plus tidak pake sendok alias muluk (makan pake tangan), jooss gandos.. Gak percaya?? Ayo dicoba..
Bagi yang ingin menginap, tersedia penginapan dengan harga yang cukup terjangkau. Tarifnya di area ini sekitar 300-450 ribu per malam. Atau Anda bisa juga menginap di pusat kota Jember, dekat alun-alun dan sekitarnya. Tarif di sana lebih murah, sekitar 100-300ribu per malam, seperti hotel Merdeka, hotel Istana, atau mungkin kalo lebih bagus lagi bisa ke hotel Aston atau hotel Bintang Mulia.  Semua kembali pada ketebalan kantong Anda.
Keunikan Pantai Papuma adalah memiliki tujuh karang besar. Apabila pantai sedang surut kita bisa melihat karang-karang tersebut dengan jelas. Satu yang unik adalah Pulau Kodok. Jadi karena pulau karang ini berbentuk mirip dengan kodok raksasa yang selalu dihantam ombak besar sehingga memberi kesan bahwa pulau karang ini timbul tenggelam di tengah laut.

Patung Big Sleeping Budha, Mojokerto

Wow, Di Mojokerto ternyata ada loh patung Budha Tidur dan yang pasti  gak kalah bagus lah sama patung Budha yang di Thailand. 



Patung Big Sleeping Buddha atawa Budha tidur ini masuk ke dalam komplek Maha Vihara Mojopahit. Letaknya ada di belakang dari komplek Vihara itu sendiri, jadi dari luar nggak kelihatan ternyata ada patung Budha tidur warna emas berukuran raksasa di sana.

Patung Sleeping Buddha ini memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter,serta tinggi 4,5 meter, dan patung ini diklaim sebagai patung Buddha Tidur terbesar ketiga di Asia setelah Jakarta, dan Bangkok.  Pada Desember 2001 patung Budha ini tercatat dalam buku MURI (Museum Rekor Indonesia).

http://www.chockysihombing.com/sleeping-buddha-trowulan-jawa-timur/

Pulau Merah, Banyuwangi

Perpaduan kejernihan air nya yang seperti kristal dan lengkap dengan pasir putihnya yang sejauh 3km, mempercantik pantai ini.





Dibagian timur pantai nampak barisan gunung. Bagian selatan pulau, memberikan keindahan matahari tenggelam.. ketika air laut surut, pengunjung bisa menikmati pantai ini dengan berjalan kaki menikmati keunikkan gunung kecil yang berada ditengah pantai yang tanahnya berwarna merah.

Pada saat air laut pasang surutlah akan terlihat warna tanahnya yang merah.
Ombak besar dipantai ini yang berada di Teluk Pancer disukai para penggemar surfing atau selancar. Banyak juga loh wisatawan asing yang berselancar di waktu tertentu di pantai ini.





Dan ombaknya yang sangat cocok bagi para peselancar mulai dari pemula hingga proffesional, membuat pantai ini semakin menarik untuk di kunjungi. Pantai ini tidak memiliki banyak batu karang seperti pantai lainnya, sehingga aman untuk bermain main air atau berselancar bagi para pemula.
 Aingin lautnya yang cukup kencang menyebabkan gelombang lautnya relatif tinggi. Bisa mencapai 4-5 meter.

Untuk para peselancar tidak usah repot untuk membawa papan selancarnya ke tempat ini. Karna disini juga tersedia penyewaan papan selancar dengan  ongkos sewa 25 ribu hingga 50 ribu kalian bisa menyewa sepuasnya.  



Pantai Goa Cina, Malang

Pantai Goa Cina – pantai Bajul Mati – Pantai Batu Bengkung, adalah pantai yang sejajaran dan serah loh travellers. Jaraknya juga gak jauh. Cukup ditempuh beberapa meit dari pantai satu ke satunya.

Perjalanannya yang lama dengan naik turun bukit, kanan kiri jurang, akan terbayar dengan keindahannya pantai Goa Cina ini.







Adanya bukit yang berada di tengah tengah pantainya menambah kecantikkan pantai ini.
Ombaknya yang tidak terlalu tinggi bisa dipakek buat main air nih travellers. Tapi hati-hati ya, karena disini banyak banget bulu babi yang bakal menusuk kaki kalian.




Ombaknya yang tenang bisa kita manfaatkan untuk menyebrang dengan melewati pantai ini ke arah bukit yang ditengah tengah pantai loh. Pasir pantai disini juga bisa dipakek main main travellers.

Kamar mandi dan warung warung juga tersedia banyak disini. Recommed deh buat kalian yang mau camping di pantai.  

Air Terjun Cuban Rondo, Malang

Saat kalian masuk ke tempat ini, kalian akan dibikin kaget dengan kehadiran monyet monyet yang berkeliaran bebas di sana. Jadi disarankan kalau bawa makanan jangan sampe terlihat ya travellers.



Air terjun ini sangat populer loh, karena emang deras airnya yang keren, bagian bawah air terjun juga bisa dipakai untuk para pengunjung yang ingin bermain air loh. Tapi tetep waspada ya travellers.
Disini juga ada kali kecil yang banyak batu batu besarnya, yang biasanya dipakek buat foto foto loh. Dan airnya yang langsung ngalir dari air terjun.



Disini juga ada taman taman bunga yang cantik loh. Tapi hati hati ya, karena biasanya si monyet muncul dari sana.

Sudah banyak warung warung yang berjualan oleh- oleh khas malang loh dan makanan apapun jadi gak perlu takut kelaparan travellers.


Walaupun perjalanan menuju air terjun ini sangat sempit dan berliku liku, tapi masih tetep banyak pengunjung yang datang nih.